Cerpen Sedih "Akhir Rasa Ini"



Cerpen Sedih

Akhir Kisah Ini


Setiap kisah kadang memang tak selalu berakhir indah. Tapi bukan kan dalam setiap kisah kita selalu berharap hal yang indah????....
Kita Tidak dapat hidup hanya dengan harapan saja, Tapi Percayalah, Kita juga tidak dapat hidup tanpa harapan!!!.




Ehem, Star Night Lagi demen bikin cerita yang pendek - pendek nie. Istilah ff nya, oneshot. Tau kenapa?. Karena Ide sekarang memang suka macet - macet. Sepertinya sang ide juga tampak sedang berusaha untuk mengimbangi benzin kali ya. (???????). Okelah, langsung baca aja yuk.
Penulis : Merya.
Ide Cerita Curhatan Temen, lagunya papinka 'dimana hatimu', Betapa miliknya Sheila on 7, Super Girl nya Super junior Dan campuran ide - ide jahil lainya.
Oke, Lets Go.


Cerpen Sedih

Dengan langkah tegap Rangga berjalan melewati koridor sekolahnya. Sebuah senyuman manis tak pernah lepas dari sudut bibirnya. Sepertinya suasana hatinya sedang benar - benar berbahagia. Angannya melayang Entah kemana. Yang jelas masih tetap seputar 'Cisa' Pastiny. Mengingat tentang pertemuan pertama mereka.
Sebenernya pertemuan itu Hanya sebuah pertemuan sederhana. Pertemuan tak sengaja yang terjadi di toko buku. Saat tangannya terulur untuk meraih sebuah novel Twilight karya Stephenie Meyer, Tak di duga sebuah tangan yang lain juga sedang berusah untuk meraihnya. Dan saat pandangannya berbalik ia benar - benar merasa jantung nya seakan berhenti berdetak. Saat itu ia berharap agar waktu untuk sejenak terhenti. Tatapannya sama sekali tidak bisa teralihkan dari sosok imut yang ada di hadapannya. Seolah pemilik mata bening tersebut telah menghipnotisnya.
"Eh, kak Rangga?".
Teguran itu segera menyadarkannya. Dan ia hanya mampu tersenyum malu sambil mengaruk kepala nya yang tidak gatal saat mendapati Gadis itu menatapnya bingung.
"Ehem, Eh Cisa. Lagi nyari buku juga ya?" tanya Ranga terlihat sedikit salah tingkah.
"Iya nih. Kakak sendiri?. Nyari buku juga ya?" Tanya Cisa sambil mengalihkan tatapnnya kearah tangan Rangga dimana karya Fenomenal Stephenie Meyer berada.
"Ya gitu deh".
"Memangnya kakak suka baca novel juga?".
"He?" Kening Rangga sedikit berkerut mendengarnya. Ia kan paling anti baca novel. Lagi pula dari pada baca novel mendingan juga cari tutorial SEO (????). Tapi ia segera paham maksutnya saat melihat tatapan Cisa yang terarah pada buku yang ada di tangannya.
"Oh ini?" kata Rangga sambil menunjukan tangannya. Cisa hanya mengangguk membenarkan.
"Yupz. Twilight. Kisah cinta Romantis antara manusia dan Vampir".
"Memangnya Cisa udah baca?".
"Udah donk. Coba aja deh kakak baca. Pasti nanti ketagihan" Sahut Cisa tanpak meyakinkan.
Dan itu lah pertemuan pertama mereka. Di susul pertemuan pertemuan yang selanjutnya Yang tanpa di sangka berhasil membuat Rangga jatuh hati padanya namun harus di paksa menerima kenyataan kalau ternyata Cisa sudah memiliki pacar yang tak lain adalah teman sekelasnya sendiri. Tapi selama janur kuning masih belum belum melengkung semuanya masih sah sah saja kan?. he he he. Lagi pula selama ini hubungan mereka tetap masih lancar - lancar saja tanpa Gangguan. Bukankah kesannya ia masih memiliki harapan untuk memenangkan hati gadis itu?.


Cerpen Sedih

"Dooor".
"Wua...!!!" Jerit Rangga segera membalikan tubuhnya sambil mengayunkan kepalan tangannya dengan sekuat tenaga. Bisa di pastikan siapapun yang bernasip sial menjadi sasaran bogem mentahnya, minimal pasti akan terbaring di rumah sakit selama seminggu. O,o
"Hu.... Loe kalo kaget gerak refleksnya benar - benar menyeramkan" Kata Fadhly. Sahabat karibnya yang tanpak berjongkok di belakangnya. Sepertinya ia sudah mengantisipasi diri akan kemungkinan yang menimpanya jika mengagetkan makluk satu itu.
"Salah sendiri main kaget - kagetin sembarangan. Sayang tadi nggak kena" Balas Rangga tanpa rasa bersalah sedikitpun karena telah membuat sahabatnya sempat berada dalam bahaya. Fadhli hanya mencibir membalasnya.
Langkah Rangga tiba - tiba berhenti sehingga secara otomatis Fadly yang berjalan di balakang menabrak punggungnya. Dan sebelum sempat pertanyaan bernada protes meluncur dari mulutnya, mata Fadly sudah terlebih dahulu menemukan objek yang membuat langkah Rangga tadi sempat terhenti. Untuk sejenak di tariknya nafas dalam - dalam sebelum kemudian tangannya terulur kearah pundak Rangga.
"Cisa lagi. Sudah lah sob. Dia kan sudah punya pacar. Mendingan loe cari cewek laen aja. Secara di dunia ini masih banyak kok cewek yang lebih baik dari dia" Kata Fadly berusaha menasehati.
"Ngomong itu memang gampang, karena bukan loe yang ngerasain. Masalahnya gue itu udah terlanjur Cinta sama dia. Mana mungkin gue bisa dengan mudahnya ngelupain dia. Apa lagi jelas dia itu terlihat selalu memberi harapan. Dia nggak pernah nolak gue atau pun berusaha untuk menghindar dari gue". "Tapi loe nggak bisa terus seperti ini. Ini namanya loe nyakitin diri loe sendiri. Sebagai sahabat gue coba ngasih saran sama loe. Terserah mau loe pake atau nggak. Mending loe tegasin hubungan loe sama dia itu kayak apa. Dari pada semuanya semakin terlanjur".
Selesai berkata Fadly segera berlalu meninggal kan Rangga yang tanpak masih berdiri terpaku, berusaha untuk mencerna makna ucapannya barusan.

Cerpen Sedih
Dengan memantapkan hati, setelah terlebih dahulu perang terjadi dalam batinnnya, Rangga mengklik tombol 'Send' dari hanphon nya. Jantungnya berdetak cepat menati balasan dari apa yang baru saja di ketiknya.
"Cisa, Sebenernya bagaimana si perasaan mu selama ini. Cisa Cinta nggak si sama kakak?. Terus sampai kapan kakak harus menunggu yang tak pasti".
Satu detik, dua detik bahkan sampai sepuluh menit berlalu. Dan pada menit ke lima belas barulah hanphond di tangan Rangga tanpak bedering tanda ada pesan masuk. Dengan jantung dag dig dug di lihatnya id pengirim. Tanpak nama 'Cesa' yang tertera di layar. Dengan amat berlahan di buka pesan tersebut. Di bacanya dengan hati - hati untaian demi untain kata yang tertera. Bagai hukuman fonis mati dari sang hakim di pengadilan saat ia menyelesaikan bacaannya. Lututnya terasa goyah seolah tak mampu menahan berat tubuhnya. Tak Disangka penantianya selama ini berakhir sia - sia. Cintanya benar - benar bertepuk sebelah tangan. Segera di rebahkan tubuh keatas kasur kamarnya. Anganya menerawang tinggi. Berharap semua ini hanya mimpi. Namun kata - demi kata yang baru saja di baca kembali terus berputar di kepalanya dengan jelas. Menyadarkannya bahwa ini semua adalah nyata.

"Maaf kak, aku bingung akan perasaan ku sendiri.
Sepertinya hubungan kita memang harus terhenti sampai di sini.
Tapi sebaiknya kakak jangan berharap dan meunggu lagi karena nyatanya Cisa sudah punya pacar.
jadi kalau memang kakak sayang sama cisa, silahkan cari cewek lain yang lebih pantas.
Lagi pula bukankah pepatah bilang "Kalau memang jodoh kita pasti ketemu lagi"."

End.
Ha ha ha. Kalau memang sedang kacau begini lah jadinya. Mana waktu ngetik Cerpen Sedih ini. Gangguannya banyak banget lagi. Asek liad mukanya si dani yang mondar - mandir mulu yang sudah persis kayak setrikaan. kha kha kha .Peace 'V'.
Dan untuk 'Aneka Remaja' Sory..... Ceritanya Di bikin ancur. he he he
PS: Silahkan tebak kenapa nama tokoh utamanya Rangga...?!!!.

Title : Cerpen Sedih "Akhir Rasa Ini"
Description : Cerpen Sedih Akhir Kisah Ini Setiap kisah kadang memang tak selalu berakhir indah. Tapi buka...