Cerpen Remaja Tentang Aku & Dia part 2 {Update}

Nah, Kalau sebelum nya penulis sudah mengadakan acara edit menedit , Update mengupdate cerpen remaja tentang aku dan dia part satu, Kali ini penulis lanjut ke part duannya . Asli beneran rempon deh.
Tapi kalau di pikir - pikir lagi, gak papa juga si ada acara "tegur sapa" begini, Itung - itung bisa muncul wajah baru... #apa deh?...
Ya sudah lah, gak usah ngebanyol kayak si unyil, Mending langsung ke cerpen remaja tentang aku dan dia-nya...
Happy reading ya all...


Credit Gambar: Ana Merya

“Pst… kenapa tu orang?” bisik nanda sambil mencolek lengan anya yang sedang khusuk ( ? ) mencatat.

“He?” Anya menoleh heran.

“Itu?” tunjuk Nanda ke arah Gresia yang tampak senyum-senyum sendiri.

“Waduh, kenapa tu anak senyum-senyum sendiri?”.

“Ya ela, Gue nanya malah balik nanya” balas Nanda sebel.

“Lagi kesambet Hantu penghuni pohon toge di belakang sekolah ( ? ) kali tu orang” .

Pletak. sebuah jitakan mendarat telak di kepala Anya.

“Gue serius ni” Ujar Nanda sebel.

“Ia. Tapi nggak usah pake njitak kepala gue juga kali. Sakit tau. lagian…”.

“Ehem … ehem…..”

Cep, Anya dan Nanda langsung minkem. Nyalinya langsung ciut begitu melihat pak Burhan yang saat itu sedang menatap ke arah mereka berdua.

“Anya, Nanda” panggil pak Burhan.

“Sa sa saya pak” Sahut Anya dan Nanda bersamaan.
Entah mengapa mereka merasa sepertinya aura yang menyeramkan telah memenuhi seluruh ruang kelasnya bahkan membuat bulu kuduk merinding.

“Maju kedepan. Selesaikan soal – soal ini” Kata pak Burhan santai yang berbeda jauh, jauuuuh banget jika di bandingkan kondisi Anya dan Nanda saat ini.

“Kita pak?” tanya Nanda kaget.

“Apakah di kelas ini ada yang namanya Nanda dan Anya lagi?” pak Burhan balik bertanya.

Akhirnya dengan berat hati Anya dan Nanda Melangkahkan kaki menuju ke tiang gantungan/plak/ nggak lah. maju kedepan kelas maksutnya.

Cerpen Remaja Tentang Aku dan Dia 

“Ha ha ha….. ” Gresia tidak dapat lagi menahan tawa waktu melihat Anya dan Nanda yang memasang tampang lemes gara-gara kejadian tadi. Kebetulan saat itu mereka sedang ngumpul bareng di kantin sekolah.

“Dasar Rese tu pak Burhan. Udah tau kita nggak bisa matematika. Masih aja di suruh maju” Geram Nanda.

“Iya nih. kita kan alergi sama matematika. Liat aja kepanjangannya. MATMATIKA. MAkin Tekun MAkin TIdak KAruan” Sambung Anya tidak kalah sebelnya.

Sementara Gresia dan Angun semakin ngakak.

“Udah deh. kalian diem. Nggak ada yang lucu di sini” Ujar nanda sewot karena melihat kedua temannya yang tak henti-henti menertawakan mereka.

“Ya itu kan salah kalian sendiri. udah tau ada Guru killer. Masih aja suka ngosip” Ledek Angun santai.

“Betul” Sambung Gresia santai.

“Loe diem deh” tunjuk Anya ke arah Gresia. “Ini semua kan gara-gara loe”.

“Idih… kok gue yang di bawa-bawa sih?” Gresia tidak terima.

“Ia. kalau bukan Kerena loe yang ketawa – ketawa sendiri nggak jelas kita nggak bakal di hukum tadi” terang Nanda.

“Maksutnya?’.

“Tadi itu kita lagi meratiin si gresia yang senyum-senyum sendiri nggak jelas”.

“Kapan lagi gue senyum senyum sendiri. Kalian jangan ngasal deh” elak Gresia.

“Loe gak percaya tanya aja Anya”.

“Bener An?” tanya Angun kearah Anya sementara yang di tanya langsung mengangguk.

“Nggak kok” Tolak Gresia cepat karena kali ini ke tiga temannya menatap kearahnya. “Lagian kok jadi gue sih yang di bawa-bawa”.

“Ya ia lah… secara kita tadi udah di hukum kan gara-gara loe juga”.

“Hu… tu kan salah kalian sendiri. Ngapain juga ngosipin gue. kena batunya kan. Lagian gue tadi cuma…”.

Gresia tidak melanjutkan ucapannya. Perhatiannya tertuju pada Arga yang baru menginjak pintu kantin dan kini berjalan kearahnya.

“Haduh… mau ngapain lagi tu orang” Refleks Perhatian Anya dkk mengikuti tatapan Gresia.

“Mau ngapain lagi si loe?” Tanya Gresia ketus tanpa basa basi lagi begitu Arga tiba di hadapannya.

“Ingat, Urusan kita belum selesai. Ikut gue sekarang loe” Arga menarik tangan Gresia yang langsung di tepis Olehnya.

“Ye…. emang sejak kapan kita punya urusan. Lagian gue nggak mau punya urusan sama loe” Balas Gresia ketus.

“Nggak ada loe bilang?” Tanya Arga sinis. “Banyak!!!” Sambungnya dengan penuh penekanan.

“Gue Bilang nggak mau!” Gresia tetap bersikokoh.

“OMZ. Jadi kalian beneran di jodohin!!” .

Pertanyaan Anya yang setengah berteriak tentu saja menarik perhatian hampir seluruh panghuni kantin yang menatap mereka kaget dan penuh rasa yang jelas ingin tahu. Sementara Gresia hanya bisa menelan ludah melihat tatapan Arga yang seolah-olah ingin menelannya bulat-bulat seperti bakso yang sering di pesan Nanda.

“Apa loe bilang?. Arga dijodohin?. Sama Gresia?”.

Nggak tau datangnya dari mana, Tau-tau Lila kini sudah ada di samping mereka dengan mata yang melotot seolah-olah mau keluar.

“Enggak” Sahut Gresia cepet.

“Lho Tapi bukan nya kemaren loe sendiri yang bilang kalau loe di jodohin sama Arga?” Tanya Angun dengan tampang polosnya.

Sumpah, Saat ini Gresia sangat ingin melepaskan kaos kaki untuk menyumpal mulut sahabatnya yang satu ini. Dasar, bener-bener ember bocor.

“Elo?” Tunjuk Arga kearah Gresia dengan panuh emosi.

“Jadi yang bener gimana?” tanya Nanda kemudian.

“Oke…. Gue emang di jodohin ma Arga sama ortu gue. Tapi gue tolak. Ogah banget gue di jodohin sama orang model kayak dia” Kata Gresia kemudian.

“Oh… ini bener-bener keajaiban” Ujar salah seorang pengunjung kantin.

“Maksutnya?” tanya yang lainya.

“Apa kalian lupa?. Seorang Arga gitu lho… Playboy yang terkenal kelas kakap. Dijodohin, Plus di tolak cewek lagi… apa kata dunia?” jelasnya.

“Wah loe bener. Gresia loe bener-bener hebat” Sambung yang lain tak mau kalah.

“Kalau begitu bisa di jadiin Deadline nie”.

Sementara tampang Arga jangan ditanya. Sepertinya batas kesabarannya sudah benar-benar mencapai ujung tanduk ( ? ).

“Nggak bisa. kalian ngomongin apa sih?. Arga itu kan pacar gue” Teriak Lila kemudian.

Anya dengan santainya berjalan mengelilingi Lila sambil menatapnya sinis.

“Kayaknya bentar lagi udah nggak deh” ledeknya.

“APA!. Jaga bicara loe”. Geram Lila. Kemudian ia berbalik ke Arga ” Ga, Sekarang juga loe harus milih Gue atau dia”.

“Gak Usah milih. Loe ambil aja” Potong Gresia cepat.

“WAH Arga benar-benar di tolak!!” Jerit Salah Seorang siswa yang ada di disana. *Lebay*.

“Gresia, Mati loe kali ini” Geram Arga.

Tiba-tiba ada kilat sambung menyambung menjadi satu. Petir juga menyambar-nyambar. dan tiba -tiba Gresia raib di telan bumi… he he he… nggak lah. Intinya Gresia langsung kabur tanpa ba bi bu lagi. Get loss…. kha kha kha......

Cerpen Remaja Tentang Aku dan Dia

Gresia masih sibuk mondar - mandir dikamarnya. Binggung antara mau turun kebawah menemui tamu atau nekat loncat dari lantai 2 kamarnya buat kabur. Malam ini Arga dan keluargannya datang ke rumah. Katanya sih mau silaturahmi. Tapi Gresia sudah bisa menebak apa tujuan sebenarnya mereka datang. pasti nanti ujung-ujungnya membahas perjodohan mereka. Selagi Gresia masih bingung tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk.

"Tok tok tok" *Anggap aja bunyinya gitu*.

"Waduh, Mampus gue. Gimana nie?" Gumam gresia."Atau Pura-pura sakit aja kali ya?".

"Gres, Turun donk. Arga ma mamanya udah datang tuh"

"Aduh ma, Kepala Gresia Pusing. Kayak nya gresia nggak bisa turun deh" Sahut gresia yang tampak tiduran di kasurnya.

"Masa sih?" tanya mama heran sambil menyentuh keningnya." Perasaan nggak panas".

"Ya gak tau. Lagian kan Gresia bilang kepala gresia pusing. Bukan panas".

"Jangan cari alasan kamu. Sudah ayo turun. Nggak sopan tau ada tamu di cuekin " bujuk mama lagi.

"Tapi ma..."

Gresia tidak melanjutkan ucapannya begitu melihat tatapan mamanya.

"oke deh ma. bentar lagi gresia turun".

Akhirnya Gresia ngalah, setelah terlebih dahulu merapikan sedikit tampilannya, Gresia turun ke bawah. Mengikuti jejak sang mami yang sudah mendahuluinya.

"Gresia, gimana sekolah kamu?" tanya tante indri, mamanya Arga saat mereka sedang ngumpul di ruang tamu setelah selesai makan.

"Baik tante" sahut gresia kikuk.

"Terus gimana hubungan kamu sama Arga?" sambung Papanya arga.

"Ma, Pa, Tante, Om. Gresia mau ngomong. Sebenarnya aku sama Arga...."

Sejenak Gresia melirik ke arah Arga yang kebetulan juga sedang menatapnya. Ditarik nafas dalam-dalam. Ia sudah memutuskan untuk mengatakan rasa keberatannya atas perjodohan itu.

"Sebenarnya apa Gresia?" tanya Mama kemudian.

"Kita.....".

"Kita udah lama pacaran" Potong Arga sebelum Gresia sempat menyelesaikan ucapannya.

"Oh ya?. Benarkah?" tanya papa kaget sekaligus bahagia.

"Ia om" Sahut Arga Mantap.

Sementara Tampang Gresia jangan di tanya. Shock!. Tentu saja!!!.

"Terus kenapa kamu selama ini nggak bilang sama mama?" tanya mama nya Arga.

"Soalnya kita takut. Kalau kita ngomong jujur ntar kalian langsung nikahin kita lagi. Kita kan masih muda. Jadi belum siap buat berumah tangga. Kita pengen ngejalaninya kayak anak muda laennya. Pacaran aja dulu. Sekaligus saling mengenal satu sama lain" Terang Arga lagi.

"Ha ha ha..... Jadi begitu. Sukurlah. karena tadinya kita sudah khawati kalian keberatan dengan perjodohan ini. Tapi kalau memang itu alasannya, Kita nggak keberatan".

"Oh ya om, tante. Sekalian aku mau minta izin buat ngajak Gresia jalan Malam ini. Kebetulan malam ini ada acara di sekolah".

"Kalau sama kamu om percaya. Kalian boleh pergi. Tapi ingat jangan pulang terlalu malam. Juga hati - hati di jalan".

"Siap Om" Balas Arga mantap. Diraihnya Tangan Gresia yang dari tadi masih bengong. Sepertinya nyawanya belum kumpul seratus persen. Atau lebih tepatnya masih ngawang-ngawang (??? ).

"ARGH!!!!!!" Jerit Gresia sekencang - kencangnya. Bahkan Arga yang dari tadi menyetir dalam diam langsung menginjak rem mobilnya dengan cepat.

"Astafirullahal'azim *Bisa ngucap juga nie anak*. Loe pengen bikin gue jantungan ya?. Atau pengen kita mati ketabrak bareng-bareng" Teriak Arga beberapa saat kemudian.

"Loe tadi ngomong apa?" Tanya Gresia tanpa memperdulikan teriakan arga barusan.

"Gue bilang Loe mau kita mati berng-bareng!" Kata Arga masih setengah berteriak.

"Bukan itu. Maksut gue waktu di rumah. Loe bilang Kalau kita pacaran?".

Arga terdiam. Tapi beberapa saat kemudian.

"Wa kha kha kha" tawanya langsung meledak. "Jadi dari tadi loe baru conek?. Lama kali loadingnya? *kebawa suasana kerja* . ha ha ha" ejek Arga tanpa bisa menahan tawanya.

Pletak....

Sebuah jitakan mendarat telak di kepala Arga.

"Kenapa loe jitak kepala gue. Sakit tau" Geram Arga sambil mengusap-usap kepalanya.

"Terus maunya Gue cekik loe sampai mati?. Gitu" Balas Gresia emosi.

"Ye.... Kok loe jadi marah-marah gitu sih. Tadi kayaknya tenang-tenang aja".

"Tadi itu gue shock. Loe tau, Gue SHOCK. S-H-O-C-K" Geram Gresia.

"Lebay...." Ledek Arga santai.

"Udah loe jawab aja. Maksut loe ngomong kita pacaran tu apa. Atau selama ini loe udah lama naksir sama gue. Makanya loe sengaja ngomong kayak gitu".

"Wuek" Arga Sok pasang tampang mau muntah.

"Jangan ngayal loe" Sambung nya sambil menjitak kepala Gresia *Bales dendam*.

"Kalau nggak terus maksutnya apa donk?".

"Bales dendam" Sahut Arga Santai.

"He....?, Maksutnya?" Tanya Gresia bingung.

Arga Menatap Gresia sinis. Semburat Senyum jahil tersirat di wajahnya. Tanpa memperdulikan Gresia lagi. Ia langsung tancap gas.

Cerpen Remaja Tentang Aku dan Dia

To be Continue.....
Nggak usah portes toh lanjutannya udah muncul. Kalau nggak mau ribet ini linknya...
Cerpen Remaja Tentang aku dan dia part 3.

Title : Cerpen Remaja Tentang Aku & Dia part 2 {Update}
Description : Nah, Kalau sebelum nya penulis sudah mengadakan acara edit menedit , Update mengupdate cerpen remaja...

0 Response to "Cerpen Remaja Tentang Aku & Dia part 2 {Update}"

Post a Comment

Belajar lah untuk menghargai sesuatu mulai dari hal yang paling sederhana...